Onion Club - Onion Head - Onion-kun Catatan Kuliah Sang Adenz: Laporan Pembiakan Tanaman II (TP) - PENGAMATAN SEL TUMBUHAN

Jumat, 09 Maret 2012

Laporan Pembiakan Tanaman II (TP) - PENGAMATAN SEL TUMBUHAN

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Setiap Organisme di dunia ini tersusun atas sel-sel yang saling berintegrasi membentuk suatu fungsi tertentu dalam tubuh makhluk hidup. Baik organisme tingkat seluler (uniseluler) maupun organisme Multiseluler. Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada pada tumbuhan dengan menggunakan lensa pembesar.
Salah satu cara mengklasifikasikan sel adalah dengan mengamati apakah mereka hidup menyendiri atau berkelompok. Organisme – organisme beragam dari yang hanya memiliki satu sel (disebut sebagai organismE uniseluler) yang berfungsi dan mempertahankan kurang lebih secara independen, atau membentuk koloni – koloni dan hidup bersama, sampai pada sel – sel multiseluler dimana sel – sel tersebut memiliki spesiliasasi masing – masing dan biasanya tidak mampu bertahan mampu jika saling dipisahkan.
Salah satu perbedaan yang khas antara sel tumbuhan dengan sel hewan adalah pada sel tumbuhan mempunyai bentuk yang bermacam – macam. Ada yang berbentuk peluru, prisma, dan memanjang seperti rambut atau seperti ular. Sel tumbuhan mempunyai dua bagian pokok yang berbeda dari hewan yaitu vakuola, plastida, dan dinding sel. Vakuola dan plastida merupakan bagian hidup dari sel tumbuhan dan disebut protoplas. Sedangkan dinding sel yang berfungsi untuk melindungi isi sel atau lumen yang ada di protoplasma disebut bagian sel yang mati. Hal ini terlihat pada sel gabus tumbuhan yang tergolong sel mati karena hanya memiliki inti sel dan sitoplasma, sehingga ruang antar selnya kosong.
Pada sel eukariota pada umum setiap selnya memiliki membrane sel, sitolasma, dan inti sel atau nukleus. Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma. Sitoplasma berwujud cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat berbagai organel yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel. Sitoplasma didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk.

1.2 Tujuan
1. Mengamati dan mengenal Sel Mati.
2. Mengamati dan mengenal Sel Bawang Merah (Sel Tumbuhan).



BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Sel adalah bagian struktural dan fungsional dari setiap organisme. Beberapa organisme, misalnya bakteri, merupakan uniseluler, yaitu terdiri dari hanya satu sel saja. Beragam organisme lainnya, misalnya manusia, adalah multiseluler (manusia diperkirakan memiliki 100.000 miliar sel dalam tubuhnya). Teori tentang sel yang pertama kali dikemukakan pada abad ke-19 menyatakan bahwa semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel. Setiap sel berasal dari sebuah sel lainnya. Seluruh fungsi vital bagi organisme terjadi di dalam sel dan sel-sel tersebut mengandung informasi genetik yang dibutuhkan untuk mengatur fungsi sel dan memindahkan informasi kepada sel-sel generasi berikutnya. Setiap sel memenuhi kebutuhannya sendiri dan merawat dirinya sendiri pula. Mereka bisa mengambil zat-zat nutrisi, mengubahnya menjadi energi, menjalankan fungsi-fungsi khususnya, dan bereproduksi jika dibutuhkan. Setiap sel menyimpan seperangkat instruksinya sendiri untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Setiap sel memiliki kemampuan-kemampuan berikut :
1. Bereproduksi dengan cara membelah diri.
2. Metabolisme, termasuk mengambil bahan baku, memproduksi molekul-molekul berenergi dan melepaskan hasil produksinya. Kinerja sebuah sel tergantung pada kemampuannya untuk mengekstrak dan menggunakan energi kimia yang tersimpan dalam molekul-molekul organik. Energi ini didapatkan dari proses metabolisme.
3. Pembuatan protein-protein, mesin bagi sel-sel tersebut, misalnya enzim. Sebuah sel mamalia rata-rata terdiri dari 10.000 jenis protein yang berbeda.
4. Memberikan respon terhadap rangsangan eksternal dan internal seperti perubahan temperatur, pH atau kandungan nutrisi.
5. Mengatur lalu lintas vesikel (Iman, 2005).
Dinding sel merupakan salah satu ciri sel tumbuhan yang membedakannya dari sel hewan. Dinding ini melindungi sel tumbuhan, mempertahankan bentuknya, dan mencegah penghisapan air secara berlebihan. Pada tingkat kesuluruhan tumbuhan, dinding yang kuat yang terbuat dari sel khusus mempertahankan tumbuhan agar tegak melawan gaya gravitasi. Prokariota, jamur, dan sebagian protista juga memiliki dinding sel. Dinding sel tumbuhan jauh lebih tebal daripada membrane plasma, yaitu berkisar antara 0,1 mikrometer hingga beberapa mikrometer. Komposisi kimiawi yang tepat dari dinding ini beragam antar spesies lainnya dari satu jenis sel dengan sel jenis lainny di dalam tumbuhan yang sama, tetapi desain dasar dinding itu tetap (Reece dan Mitchell, 2002).
Sel dapat digolongkan menjadi dua berdasarkan ada tidaknya membran nukleus (membran inti), yaitu sel prokariot, jenis sel yang tidak dilengkapi dengan membran inti contohnya bakteri dan ganggang alga biru (Cyanophita); dan sel eukariot, yaitu jenis sel yang memiliki membran inti contohnya sel hewan, tumbuhan, fungi. Sel Prokariot; Bakteri sebagai organisme prokariotik yang merupakan organisme uniseluler memiliki struktur sel yang tidak memiliki membran inti. Struktur sel secara umum yang dimiliki oleh sel prokariot dapat kita lihat pada sel bakteri. Sementara Sel Eukariot memiliki struktur yang lebih komplek dibandingkan dengan sel prokariot. Sel eukariot memiliki membran inti yang memisahkan nukleus dengan sitoplasma. Sel ini juga memiliki struktur endomembran yang disebut dengan Organel. Organel - organel sel eukariot memiliki fungsi-fungsi tertentu yang menunjang kehidupan sel eukariot. Sel eukariot dibedakan atas sel hewan dan sel tumbuhan. Perbedaan yang mendasar antara kedua jenis sel tersebut adalah adanya beberapa bagian sel yang hanya dimiliki sel hewan (Sentrosom dan Lisosom) dan yang hanya dimiliki oleh sel tumbuhan (Plastida dan Dinding Sel) (Fatkhomi, 2009).
Sel – sel eukariotik terdapat pada semua hewan dan tumbuhan, tetapi ada sejumlah perbedaan penting antara sel – sel dari organisme – organisme dalam kedua kingdom tersebut. Sel – sel tumbuhan hamper selalu mengandung dinding sel ekstraselular, yang terbuat dari selulosa. Sel – sel hewan umumnya tidak memiliki dinding sel. Dinding sel ditemukan pula pada fungi dan bakteri, tetapi bukan terbuat dari selulosa. Vakuola merupaka ciri yang cukup menonjol pad asel – sel tumbuhan, tetapi jauh lebih tidak penting atau bahkan tidaka ada sama sekali pada sel – sel hewan. Sentriol biasanya ditemukan pada tumbuhan, sedangkan sel – sel hewan selalu memiliki sepasang sentriol yang terletak di luar nukleus (Fried dan Hademenos, 2006).
Meskipun antara sel hewan dan sel tumbuhan berebeda namun terdapat persamaa – persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian sel tersebut. Secara umum bagian – bagiab sel tersebut adalah membran sel, sitoplasma, mitokondria, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom, plastid, kloroplas, sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel. Membran inti, mikrofilamen, dan dinding sel (Winarto, 1981).



BAB 3. PEMBAHASAN

Sel Tumbuhan, bagian terluar dari sel tumbuhan adalah dinding sel. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan penunjang. Dinding yang terbentuk pada waktu sel membelah disebut dinding primer dan setelah mengalami penebalan, berubah menjadi dinding skunder. Dinding primer sel merupakan selaput tipis yang tersusun atas serat-serat selulosa. Serat ini amat kuat daya regangnya. Dinding sel yang kaku tersusun atas polisakarida: hemiselulosa dan pektin. Dinding sel skunder dimiliki oleh sel-sel dewasa. Dinding skunder memiliki kandungan selulosa lebih banyak berkisar 41 - 45%, juga hemiselulosa dan lignin.
Diantara dinding dua sel yang berdekatan terdapat lamela tengah, tersusun atas magnesium dan kalium pekat berupa gel. Diantara dua sel bertetangga (saling menempel) terdapat pori. Melalui pori ini dua sel dihubungkan oleh benang-benang plasma yang dikenal plasmodesmata. Dinding sel dibentuk oleh diktiosom. Bersama dengan vakuola, dinding sel berperan dala turgiditas sel (kekakuan sel). Hal itu yang mengakibatkan bentuk sel tetap. Sel tumbuhan memiliki vakuola yang lebih besar (dibanding sel hewan). Vakuola sel tumbuhan bersifat menetap. Sel-sel tumbuhan yang memiliki vakuola –paling– besar adalah sel-sel parenkim dan kolenkim. Selain itu sel tumbuhan memiliki organel yang tidak terdapat di dalam sel hewan, fungi, maupun prokariota seperti bakteri dan ganggang hijau-biru, yaitu plastida. Bentuk plastida bisa bulat, oval maupun cakram. Plastida dibedakan menjadi leukoplas, kromoplas dan kloroplas, dimana ketiganya merupakan perkembangan dari proplastida (plastida muda).
Sementara sel hewan tidak memiliki dinding sel. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis yang tidak kuat. Ada beberapa sel hewan khususnya hewan bersel satu, selnya terlindungi oleh cangkok yang kuat dan keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik dan pelikel, dijumpai misalnya pada Euglena dan Radiolaria. Secara umum sel hewan tidak memiliki vakuola. Jika ada vakuola, ukurannya sangat kecil. Pada beberapa jenis hewan bersel satu ditemukan adanya vakuola, misalnya pada Amoeba dan Paramaecium. Terdapat dua macam vakuola, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) dan vakuola non kontraktil (penyimpan makanan). Bagian paling besar pada sel hewan adalah nukleus. Dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol ini terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap sentriol memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.
Perbedaan sel hidup dan sel mati yaitu pada sel hidup terdapat atau masih meliki inti sel dan sitoplasma contoh sel bawang merah. Sementara sel mati yaitu sel yang tidak memiliki inti sel dan sitoplasma contoh sel gabus pada ketela pohon.
Bentuk penampang sel gabus seperti bentuk segi delapan. Sel gabus tersusun rapid an rapat, di dalam dinding sel terlihat kosong. Sel gabus termasuk sel mati sehingga tidak memiliki inti sel.
Bentuk penampang sel bawang merah seperti balok yang disusun miring. Didalamnya terdapat cairan yang disebut cairan inti (nukleoplasma) yaitu berupa gel dan transparan dan cairan ini disebut karyorin yang mengandung senyawa kimia yang kompleks. Cairan ini berfungsi untuk melindungi vakuola.
Sel bawang merah termasuk sel hidup, karena sel bawang merah mempunyai inti sel,memiliki cairan didalamnya,dan ada aktifitas yang terjadi didalamnya seperti pertukaran zat dalam sel.


DAFTAR PUSTAKA

Fatkhomi Farid. 2009. Struktur dan Fungsi Sel. http://wordbiology.wordpress.com/2009/08/27/struktur-dan-fungsi-sel-2/ Diakses pada tanggal 9 Oktober 2011.

Fried H. George dan Hademenos J. George. 2006. BIOLOGI Edisi Kedua. Erlangga. Jakarta.

Iman Hikmatul. 2005. SEL. http://hikmatulimanitb.multiply.com/journal/item/5?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2011.

Reece Campbell dan Mitchell. BIOLOGI Edisi Kelima – Jilid 1. Erlangga. Jakarta.

Winarto L.M. 1981. Penuntun Pelajaran Biologi. Ganeca Exact. Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog ini.